Orang Medan Selalu Hidangkan Tujuh Makanan Ini saat Idul Fitri, Tak Khas Hari Raya Tanpa Nomor Dua

28 Maret 2023, 13:36 WIB
Kolang kaling hari raya Idul Fitri di Medan (resep kue lezat) /Resep kue lezat/Medan Satu

MEDANSATU.ID - Hari raya Idul Fitri merupakan hari kemenangan bagi umat muslim. Di hari itu, umat muslim wajib bergembira dan bahagia. Karena umat muslim sudah terbebas dari dosa lantaran berpuasa sebulan penuh.

 

 

 

 

Muslim di Medan, merayakannya dengan saling berkunjung ke rumah saudara dan sanak famili. Selain merayakan kegembiraan muslim juga saling bermaaf-maafan, untuk membersihkan dosa-dosa kecil agar diri jadi benar-benar bersih dan juga rendah hati.

Menyambut kegembiraan itu, maka setiap muslim di Medan selalu menyediakan berbagai makanan. Dari mulai kue-kue kering sampai makan lontong dengan rendang daging pun disediakan.

Lantas bagi orang Medan ada 7 makanan yang menjadi keharusan untuk disediakan di hari raya Idul Fitri. Apa saja 7 makanan yang membuat hari raya semakin semarak? Simak penjelasan berikut ini.

1. Ketupat Nasi dan Lontong

Lontong hari raya Idul Fitri di Medan Medan Satu
Ketupat nasi atau boleh juga Lontong harus ada pada hari raya Idul Fitri di rumah muslim Medan. Makanan lunak ini selalu menemani hari raya pertama untuk disantap setelah pulang dari masjid untuk menunaikan salat id.

Memang pada masa lalu muslim di Medan selalu menyediakan ketupat. Namun seiring waktu, ketupat dapat digantikan dengan lontong. Lalu sebagai sayurnya, juga disediakan gilai gori atau nangka muda. Boleh juga diberi kikil.

Selain gulai nangka juga biasanya agar lontong bertambah sedap juga divariasikan dengan tauco Medan udang plus sambal kentang dan telur puyuh serta semur ayam dan rendang. Maka lontong akan terasa lebih istimewa.

2.Tojin

Kacsng Tohin hari raya Idul Fitri di Medan Medan Satu
Kacang tojin merupakan cemilan paling sepesial di hari raya Idul Fitri buat orang Medan. Boleh dibilang kacang tojin hanya ada di hari raya Idul Fitri saja. Sanking identik nya, lebaran juga disebut dengan lebaran tojin. Walau di Lombok ada lebaran Topat yakni lebaran ketupat.

Kacang tojin terbuat dari kacang tanah kupas. Tidak semua orang Medan pandai membuat kacang tojin yang renyah. Jika tidak mahir kacang tojin tidak rapuh dan gurih. Ale-ale berharap rapuh, gurih dan wangi, yang terjadi malah kacang jadi melempem atau tengik.

3.Nastar

Nastar hari raya Idul Fitri di Medan Medan Satu
Nastar adalah kue kering yang terbuat dari tepung dan mentega serta di isi inti nenas. Hari raya Idul Fitri di Medan tanpa hidangan nastar rasanya tidaklah lengkap. Ibu-ibu akan berjuang keras mendapatkan kue nastar dengan cara membeli siap makan atau dengan cara membakarnya sendiri di rumah.

Rasa kue nastar memang sangat enak. Harganya juga lumayan mahal. Ada dua jenis nastar yang selalu menemani meja tamu di hari raya Idul Fitri. Nastar biasa dan nastar keju. Keduanya nyaris sama enaknya meski nastar keju sedikit lebih mahal.

4. Tapai Pulut

Tapai pulut hitam hari raya Idul Fitri di Medan Medan Satu
Tidak terlalu menjadi keharusan memang, tapi tapai pulut biasanya juga diburu orang di hari raya Idul Fitri. Tapai pulut yang rasnya manis dan segar sangat nikmat jika ditemani wajik gemblong. Meski ini kudapan orang Jawa namun dihampir rumah muslim di Medan ikut menyediakan tapai pulut dan gemblong.

Tapai pulut dan gemblong terbuat dari pulut. Jika tapai dibuat dari pulut ketan itam maka gemblong terbuat dari pulut ketan putih. Proses pembuatan tapai yaitu ketan hitam diragi lalu dipermentase selama satu minggu. Sedangkan proses pembuatan gemblong, setelah dimasak, lalu pulut ditumbuk. Kemudian dibentuk pada talam khusus.

5. Rendang Daging Sapi

Rendang daging hari raya Idul Fitri di Medan Medan Satu
Nah rendang adalah menu wajib yang harus disediakan di hari raya Idul Fitri di Medan. Rendang sangat cocok menjadi persiapan makanan di hari raya lantaran rendang bisa menjadi persediaan makanan yang tahan sampai seminggu lamanya. Sehingga di hari besar lebaran, biasanya aman jika ibu-ibu tidak memasak harian.

Biasanya karena kesibukan bersilaturahmi ataupun jalan-jalan ibu-ibu kekelahan dan tidak sempat memasak. Itulah kenapa rendang daging selalu dipersiapkan di hari raya Idul Fitri. Selain rasanya yang sangat enak, masakan Minangkabau ini juga bisa jadi andalan dikala harus cepat menghidangkan makanan buat keluarga yang sedang lapar.

6. Opor Ayam

Opor ayam hari raya Idul Fitri di Medan Medan Satu
Bagi orang Betawi opor ayam merupakan makanan kebesaran di hari besar seperti hari raya Idul Fitri. Meski jarang, namun orang Medan juga ada yang memasaknya untuk hidangan lebaran teman menikmati lontong.

Opor terbuat dari daging ayam yang dimasak dengan santan putih dan bawang goreng. Jika bosan dengan semur ayam, opor barangkali bisa menjadi alternatif lain buat hidangan hari raya.

7. Manisan Kolang Kaling

Kolang kaling hari raya Idul Fitri di Medan Medan Satu
Manisan juga sering menjadi alternatif hidangan di hari raya Idul Fitri di Medan. Manisan atau halua tidak menjadi kewajiban hidangan hari raya, namun sebagian orang Medan juga menyediakannya.

Manisan yang paling populer adalah manisan kolang - kaling. Kolang - kaling diburu orang saat lebaran karena rasanya yang unik. Kenyal manis itulah rasa kolang-kaling yang selalu dirindukan setiap hari raya Idul Fitri tiba.

Itulah 7 hidangan yang selalu ada pada hari raya Idul Fitri dan menjadi hidangan kebesaran umat muslim. Rasanya hari raya kurang meriah jika muslim tidak menyiapkan 7 makanan tersebut. ***

Editor: Ayub Fahreza

Sumber: Facebook

Tags

Terkini

Terpopuler